MANUSIA dan HARAPAN
O
L
E
H
JONATHAN
AGUSTINUS
1EA37
NPM:
1D214210
UNIVERSITAS
GUNADARMA
Harapan
berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu
terjadi atau suatu yang belum terwujud. Harapan hampir mirip dengan
cita-cita, hanya saja biasanya cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan
setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Meskipun
demikian, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :
1. Keduanya menyangkut masa depan
karena belum terwujud.
2. Pada umumnya baik cita-cita
maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.
Harapan
itu bersifat manusiawi dan dimiliki semua orang. Dalam hubungannya dengan
pendidikan moral, untuk mewujudkan harapan perlu di wujudkan hal – hal sebagai
berikut:
a.
harapan apa yang baik
b.
bagaimana mencapai harapan itu
c.
bagaimana bila harapan itu tidak tercapai.
Jika
manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat
juga, maka sudah selayaknya “harapan” manusia untuk hidup di kedua tempat
tersebut bahagia. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara
dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari
ini, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan.
Ada 2 hal yang
menyebabkan manusia memiliki harapan, yaitu dorongan kodrat dan dorongan
kebutuhan hidup.
1. Dorongan kodrat
Dorongan
kodrat ini sudah terjadi secara pembawaan alamiah yang sudah ada dalam diri
manusia.
2. Dorongan kebutuhan
hidup
Dalam
hidupnya, manusia mempunyai 2 kebutuhan dasar yakni kebutuhan jasmani dan
rohani. Pada hakekatnya, untuk memenuhi ke-2 kebutuhan itu, manusia pasti
mempunyai harapan.. kebutuhan-kebutuhan manusia itu antara lain adalah:
1.
kelangsugnan hidup
2. keamanan
3. hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. diakui lingkungan
5. perwujudan cita-cita
Kepercayaan
secara umumnya bermaksud akuan akan benarnya terhadap sesuatu perkara.
Biasanya, seseorang yang menaruh kepercayaan ke atas sesuatu pekara itu akan
disertai oleh perasaan ‘pasti’ atau kepastian terhadap pekara yang berkenaan.
Untuk memingkatkan
usaha dan kepercayaan untuk mencapai suatu harapan yang diinginkan, manusia
harus memiliki kepercayaan yang tinggi diantaranya:
a.
Percaya pada diri sendiri
b.
Percaya pada orang lain
c.
Percaya pada pemerintah
d.
Percaya pada Tuhan
Kebenaran
sangat penting bagi manusia, karena memiliki arti khusus bagi hidupnya.
Kebenaran merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan, ada 3 teori
kebenaran, yaitu :
1.
Teori Koherensi atau Konsistensi
Yaitu
suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan tersebut bersifat koherensi
atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2.
Teori Korespondensi
Yaitu
suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar jika materi
pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkoresponden (berhubungan) dengan
obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3.
Teori Pragmatis
Kebenaran
suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat
fungsional dalam kehidupan praktis.
Jadi,
manusia mempunyai harapan dan kepercayaan masing-masing. Dengan adanya harapan
manusia jadi mempunyai suatu arti hidup di dunia ini. Harapan setiap manusia
pasti ingin menjadi sukses dan hidup bahagia. Untuk menjadi sukses n hidup
bahagia setiap manusia mempunyai jalan yg berbeda untuk mencapai nya ada yg
dengan jalan lurus dan juga ada yang dengan melalui jalan berbelok-belok. Hidup
ini tak selama nya lurus seperti apa yang kita harapkan, ada saja liku-liku
dalam kehidupan. Satu hal lagi, apabila kita mau mewujudkan harapan itu dengan
kenyataan nya kita harus mempunyai rasa suatu kepercayaan di dalam hati kita
karena itu salah satu dasar untuk kita mencapai sukses.
Untuk
itu, setiap manusia harus mempunyai sebuah harapan di dalam hidupnya karena
kalau tidak ada harapan berarti sm saja orang itu telah mati dalam hidupnya.
Harapan manusia itu semuanya sama yaitu mereka ingin menjadi sukses dan bahagia
di dalam kehidupan nya. Untuk mencapai itu semua, manusia tidak bisa hanya cuma
dengan omongan di mulut saja tapi harus di buktikan dengan perbuatan dan
tindakan nya. Harus di dasari juga dengan rasa kepercayaan dari diri kita
sendiri maupun orang lain. Dan harus percaya juga dengan kebesaran allah karena
tanpa bantuan beliau usaha kita akan percuma maka dari itu kita harus terus
berdoa dan mendekatkan diri kepadanya.


Komentar
Posting Komentar