ILMU BUDAYA DASAR

 Manusia Sebagai Makhluk Indivudu dan Makhluk Sosial Beserta Contoh Kasus dan Penyelesaiannya



MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL BESERTA CONTOH KASUS DAN PENYELESAIANNYA


O
L
E
H












JONATHAN AGUSTINUS
1EA37
NPM: 1D214210



UNIVERSITAS GUNADARMA


Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.
Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.
Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.
Ciri manusia sebagai makhluk individu adalah sebagai berikut:
1.      Memiliki berbagai potensi
Manusia sebagai makhluk individu, memiliki berbagai potensi dalam dirinya. Potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri. Potensi tersebut berkaitan dengan pengembangan diri manusia. Segala hal yang ada pada tiap individu memiliki nilai tersendiri dan bermanfaat untuk hidupnya.
2.      Unik
Unik merupakan sesuatu yang mempunyai karakteristik tersendiri. Manusia sebagai makhluk individu identik dengan keunikan yang dimiliki, keunikan inilah yang dapat  menjadi salah satu faktor pembeda antara individu satu dengan lainnya. Keunikan tersebut hanya ada di dalam diri manusia sebagai makhluk individu.
3.      Mandiri
Manusia mempunyai sifat mandiri, yang mampu mengelola segala hal sendiri tanpa bantuan orang lain. Selain itu sifat otonom (kebebasan) dan sifat untuk tiap pribadi. Ia melakukan segala hal dengan kemampuannya sendiri, baik kegiatan sehari-hari maupun dalam penyelesaian sesuatu. Hal tersebut turut membentuk manusia adalah makhluk individu.
4.      Hati dan Kesadaran
Pengalaman subyektif dari seorang individu berpusat di sekitar kesadarannya, kesadaran diri atau pikiran, memperbolehkan adanya persepsi eksistensinya sendiri dan dari perjalanan waktu
5.   Emosi
Individu manusia terbuka terhadap emosi yang besar memengaruhi keputusan serta tingkah laku mereka. Emosi menyenangkan seperti cinta atau sukacita bertentangan dengan emosi tak menyenangkan seperti kebencian, cemburu, iri hati atau sakit hati.
6.    Seksualitas
Seksualitas manusia, di samping menjamin reproduksi, mempunyai fungsi sosial penting, membuat ikatan / pertalian dan hirarki di antara individu. Hasrat sosial dialami sebagai sebuah dorongan / keinginan badani, sering disertai dengan emosi kuat positif (seperti cinta atau luapan kegembiraan) dan negatif (seperti kecemburuan atau kebencian).
Adapun ciri dari manusia sebagai makhluk individu yang baik, diantaranya:
·         Mereka mempunyai persepsi yang betul berkenaan realiti.
·         Mereka mempunyai keupayaan yang tinggi untuk menerima diri mereka sendiri, menerima diri orang lain dan menerima fitrah alam. 
·         Mereka spontan.
·         Mereka memfokuskan perhatian dan penyelesaian masalah.
·         Mereka memerlukan privasi dan suka bersendirian.
·         Mereka berjiwa merdeka dan tidak mauu tunduk pada sekatan budaya.
·         Mereka mudah menghargai emosi dan mudah memberikan reaksi emosi.
·         Mereka lebih kerap mengalami saat-saat kemuncak kepuasan
·         Mereka mempunyai nilai kemanusiaan yang lebih tinggi. 
·         Mereka mempunyai hubungan yang sihat dengan individu-individu di sekeliling mereka. 
·         Mereka mempunyai nilai-nilai dan sikap yang lebih demokratik.
·         Mereka lebih kreatif.
·         Mereka mempunyai nilai-nilai yang mereka susun dan amalkan sendiri.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia membutuhkan orang lain dan lingkungan sosialnya sebagai sarana untuk bersosialisasi. Bersosialisasi disini berarti membutuhkan lingkungan sosial sebagai salah satu habitatnya maksudnya tiap manusia saling membutuhkan satu sama lainnya untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Manusia pun berlaku sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.Manusia bertindak sosial dengan cara memanfaatkan alam dan lingkungan untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesejahteraan hidupnya demi kelangsungan hidup sejenisnya. 
Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Manusia dikatakan mahluk sosial yaitu mahluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Manusia dikatakan mahluk sosial, juga di karenakan pada diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain. Ada kebutuhan sosial (social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Seringkali didasari oleh kesamaan ciri atau kepentingan masing-masing. Misalnya, orangkaya cenderung berteman dengan orang kaya. Orang yang berprofesi sebagai artis, cenderung mencari teman sesama artis.
Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitikberatkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:
1.         Dorongan untuk makan.
2.         Dorongan untuk mempertahankan diri.
3.         Dorongan untuk melangsungkan jenis.
Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial.
Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari:
1.         penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
2.         penghematan tenaga dimana ini merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
 Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.
Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosialadalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
1. Tekanan emosional, ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama     lain.
2. Harga diri yang rendah, ketika kondisi seseirang berada di dalam kondisi yang direndahkan maka aka memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih sayang dari orang lain atau dukungan moral untuk kondisi seperti semula
3. Isolasi Sosial, orang yang terisolasi harus berinteraksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk situasi yang harmonis.
    Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri.
     Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih sayang, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.

     Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kantmengatakan, "manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan"Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekana

Cooley berpendapat bahwa looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap.Pada tahap pertama, seseorang mempunyai presepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya.
Tahap kedua, seseorang mempunyai presepsi mengenai penilaian orang lain terhadap orang lain terhadap penampilannya.
Tahap ketiga, seseorang mempunyai perassaan terhadap apa yang dirasakannyt yang tinggi ua sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu.
Contohnya : seseorang cenderung memperoleh nilai rendah misalnya 5 atau 4 dalam ujian-ujian semesternya, misalnya bahwa para guru di sekolahnya menganggapnya ia bodoh. Ia merasa pula bahwa karena ia dinilai bodoh maka ia kurang di hargai para gurunya. Karena merasa kurang di hargai, siswa tersebut menjadi murung. Jadi disini perasaan diri sendiri seseorang merupakan pencerminan diri penilaian orang lain (looking-gass self)
             Salah satu peranan dikaitkan dengan sosialisasi oleh teori george herbert mead.l dalam teorinya yang diuraikan dalam buku mind, self, and society (1972), mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggita masyarajat lain. Menurut mead pengembangan diri manusia ini berlangsung melalui beberapa tahap play stage, tahap game stage, dan tahap generalized other.
Play stage = seseorang mulai belajar mengambil pernana orang-orang yang berada di sekitarnya atau bisa di sebut tahap meniru
Game stage = anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi.
Generalized other = seseorang diangap telah mampu mengambil pernan yang dijalankan orang lain dalam masyarakat.
             Sosialisasi merupakan proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Dalam kaitan inilah para pakar berbicara mengenai bentuk-bentuk sosialisasi, Seperti sosialisasi setelah masa kanak-kanak, pendidikan sepanjang hidup, atau pendidikan berkesinambungan
             Sedangkan sosialisasi sekunder mereka mendefinisikan sebagai proses berikutnya yang memperkenalkan individu yang telah disosialisasikan kedalam sektor bary dari dunia objektif masyarakatnya. Sosialisasi perimer berakhir apabila konsep tentang orang lain pada umumnya telah berentuk dan tertanam dalam kesadaran individu. Karena manusia adalah mahluk sosial, mereka berinteraksi dengan yang lain tidak selamanya interaksi itu berjalan dengan baik, terkadang menimbulkan hal-ha lain yang negatif.
             Sifat-sifat negatif yang sering ditampilkan itu disebut prasangka (lrejudice). Prasangka merupakan suatu istilah yang mempunyai berbagai makna. Namun dalam keitannya dengan hubungan antarkelompok istilah ini mengacu pada sikap permusuhan yang ditujukan terhadap suatu kelompok tersebut mempunyai ciri-ciri yang tudak menyenangkan.
          Orang yang berprasangka bersifat tidak rasional dan berada di bawah sadar sehingga sukar diubah meskipun orang yang berprasangka tersebut diberi penyuluhan.
Perbedaan dan persamaan manusia sebagai makhluk individu dan sosial
Perbedaan
Persamaan
1.      Fisik
1.tunduk pada norma yg berlaku
2.       Sosial
2.saling berinteraksi
3.      Intelegensi
3.saling terikat satu sama lain
4.      Kecakapan
4.Mempunyai tujuan yang sama
5.      Kepribadian
5.Selalu berkembang
6.      Bakat
6.Berkaidah dan memiliki pola perilaku
Kasus manusia sebagai makhluk sosial :
Kasus 1
Hal ini terungkap dari kasus anak anak yang ditemukan dalam keadaan terlantar. Ada kisah , seorang anak laki laki berusia sekitar 11-12 tahun pada tahun 1900 ditemukan didesa sainserin, perancis dan kasus gadis berusia 13 tahun yang disekap ayah nya sejak berumur setengah tahun di gdang gelap dan kasus anna yang semenjak lahir dikurung ibu nya dalam gudang selama 5 tahun. Dari kasus tersebut terungkap bahwa anak anak yang ditemukan tidak berprilaku sebagai manusia. Sehingga mereka tidak dapat berpakaian, buang air besar kecil dengan tertib atau berbicara. Hal ini disebabkan terhambatnya perkembangan interaksi mereka.
PENYELESAIAN
Seharusnya, sebagai orangtua yang baik dan benar, anak harus diperlakukan dengan sewajarnya dalam arti disayang. meskipu anak memiliki keterbelakangan, namun kasih sayang sangat diperlukan agar anak dapat tumbuh kembang dengan baik dan mampu bersosialisasi dengan baik seperti anak normal lainnya.
  Kasus 2
Di amerika masih banyak problem-problem sosial khususnya dalam masalah kesehatan. Karena bukan hanya warga di indonesia saja yang mengalami masalah dalam bidang kesehatan, akan tetapi banyak juga warga amerika yang mengalaminya baik dari kalangan menengah keatas hingga kaum tunawisma yang mencapai kisaran 700.000 orang. Warga tunawisma sendiri enggan memeriksakan ke klinik karena mereka tak percaya pada dokter. Banyak sekali dari tunawisma yang mengalami masalah psikologis dan addiksi terhadap narkoba maupun alkohol. Banyak sekali tuna wisma yang enggan masuk ke tempat penampungan tuna wisma karena alkohol dan narkoba sama sekali dilarang, akhirnya kebanyakan dari mereka tetap hidup menggelandang. Beruntungnya ada seorang dokter bernama anthony martinez yang dengan sukarela berkeliling washington setiap hari membantu merawat warga tunawisma yang mengalami berbagai problem kesehatan. Kehadiran dokter martinez di tengah kaum tuna wisma ini menurut mereka dirasa cukup membantu dalam mengatasi problem kesehatan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa sudah seharusnyalah setiap manusia memiliki kepedulian sosial antara satu dengan yang lainnya, karena selain sebagai makhluk individu manusia juga makhluk sosial yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.

KESIMPULAN
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya.Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial karena tidak bisa hidup dengan individu, namun ada kalanya manusia bisa menjadi manusia yang hidup (individu) yang mempunyai sifat yang unik dan berbeda beda, biasanya manusia menjadi makhluk yang individu itu juga dikarenakan kepentingan pribadi yang orang lain tidak boleh mengetahuinya. Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan dalam lingkungannya.
Jadi, sebagai makhluk individu manusia mempunyai hak dan kewajiban dalam berbangsa dan bernegara . Sebagai makhluk sosial manusia juga harus saling membantu dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Sumber Referensi:
  1. http://www.google.co.id/tanya/thread?tid=5d2976541da9e604
  2. http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/M_K_D_U/196604251992032-ELLY_MALIHAH/Bahan_Kuliah_PLSBT,_Elly_Malihah/Bab_2_PLSBT.baru.pdf
  3. Buku SOSIOLOGI ( Sociology ) 1, E 12 (Karya: Richard T. Schaefer)
  4. http://www.academia.edu/6668858/ZAKAT_IMPLEMENTASI_NYATA_PERAN_DAN_FUNGSI_MANUSIA_SEBAGAI_MAKHLUK_INDIVIDU_DAN_SOSIAL

Komentar

Postingan Populer